Jaring SDM Unggul, Kementerian PANRB Gelar Anugerah ASN

Jakarta, Kominfo – Sebagai bentuk apresiasi serta untuk mendapatkan sosok panutan (role model), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali menyelenggarakan Anugerah ASN untuk kedua kalinya. Ajang ini merupakan upaya Kementerian PANRB untuk memberikan motivasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat senantiasa meningkatkan kualifikasi, kompetensi, serta kinerja. Apresiasi ini diberikan kepada ASN yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, bahkan melampaui ekspektasi organisasi dan masyarakat Indonesia.

“Anugerah ASN ini dibagi menjadi tiga kategori, yakni Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama Teladan, PNS Inspiratif, dan The Future Leader,” ujar Menteri PANRB Syafruddin dalam acara Penghargaan Anggota Polri Berprestasi serta Peluncuran Anugerah ASN 2019, di Kantor Kementerian PANRB, Selasa (20/8/2019).

Sementara itu, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan Anugerah ASN ini menjadi ajang untuk dapat menciptakan budaya kerja yang kompetitif di instansi pemerintah, sehingga ASN terus berupaya untuk meningkatkan dirinya agar menjadi SDM Indonesia yang unggul. “Sosok Anugerah ASN nantinya menjadi Duta ASN untuk dapat menyebarkan pengaruh positif,” ujarnya.

Pelaksanaan Anugerah ASN 2019 ini tentunya juga sejalan dengan visi kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam hal pengembangan SDM untuk mencetak ASN yang unggul. ASN yang unggul atau Smart ASN dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat dunia.

Ditambahkan, ajang yang bertemakan ‘Talent Management Strategies for Retaining High Potential ASN’ ini dapat membangun persepsi positif ASN di mata masyarakat sebagai pelayan publik yang juga perekat NKRI dan pemersatu bangsa. Didasari oleh UU No. 5/2014 tentang ASN dan PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS, kegiatan ini dapat menghasilkan basis data talenta PNS terbaik.

Setiawan menjelaskan penghargaan terhadap sosok inspiratif ini juga akan memberikan kontribusi positif dalam budaya kerja, sehingga dapat meningkatkan iklim yang kompetitif untuk senantiasa meningkatkan pelayanan publik yang optimal serta dapat meningkatkan kualitas implementasi sistem merit.

Untuk mendapatkan nominee terbaik bagi masing-masing kategori, peserta yang diikutkan dalam Anugerah ASN 2019 ini akan mengikuti beberapa tahapan seleksi. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, penilaian portofolio, publikasi kandidat di laman menpan.go.id, presentasi dan wawancara, serta penilaian rekam jejak dan integritas.

Peserta dapat melakukan pendaftaran untuk mengikuti Anugerah ASN 2019 mulai 16 September 2019. Untuk kategori PNS Inspiratif dan The Future Leader, peserta dapat diusulkan oleh masyarakat, lembaga pemerintah, ataupun organisasi profesi. Sedangkan untuk PPT Teladan, diusulkan oleh instansinya masing-masing. Pendaftaran dilakukan melalui tautan //bit.ly/ANUGERAHASN2019.

Penganugerahan bagi pemenang Anugerah ASN 2019 akan diberikan oleh Menteri PANRB pada 10 November 2019. Selain sertifikat, para Anugerah ASN 2019 juga akan dipertimbangkan untuk mendapat kenaikan pangkat istimewa serta penghargaan lainnya.

Mantan Wakapolri ini juga menambahkan bahwa melalui ajang bergengsi bagi para ASN ini dapat mendorong lahirnya para pemimpin masa depan dan mewujudkan sistem manajemen talenta ASN nasional. “Diharapkan, Anugerah ASN 2019 ini dapat meningkatkan motivasi ASN di seluruh Nusantara untuk lebih berkinerja dan berprestasi bagi negara dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Rangkaian Kegiatan Anugerah ASN 2019

Pengumuman : 17 Agustus 2019
Pengusulan ke Panitia Seleksi : 16 September 2019
Seleksi Administrasi : 17-24 September 2019
Seleksi Tahap 1 : 24-25 September 2019
Seleksi Tahap 2  : 30 September – 2 Oktober 2019
Verifikasi Lapangan  : 3-18 Oktober 2019
Presentasi dan Wawancara  : 21-25 Oktober 2019
Rapat Akhir : 4 November 2019
Penganugerahaan : 10 November 2019

(sumber : https://kominfo.go.id)

Sharing is caring

Kepada Warga Papua, Presiden: Paling Baik Saling Memaafkan

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019). Presiden meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung hingga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh serta meminta masyarakat Papua untuk percaya kepada pemerintah dalam menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. ANTARA FOTO/Setpres-Kris/wpa/foc.

Jakarta, Kominfo – Presiden Joko Widodo mengakui ada ketersinggungan bagi warga Papua maupun Papua Barat terhadap kasus yang mereka alami di Surabaya maupun Malang beberapa hari terakhir, sehingga mereka emosi. Namun Kepala Negara mengingatkan, bahwa yang paling baik adalah saling memaafkan.

“Jadi, saudara-saudaraku, Pace, Mace, Mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah saling memaafkan,” kata Presiden kepada wartawan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/8/2019) petang.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi menanggapi aksi demo yang berujung kericuhan di Manokwari, Papua, Senin (19/8/2019) siang. Aksi itu dipicu atas perlakuan yang mereka anggap tidak bersahabat terhadap mahasiswa Papua di sejumlah kota di Jawa, di antaranya Surabaya dan Malang, beberapa hari lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Negara mengatakan, emosi itu boleh, tetapi memaafkan itu lebih baik, sabar itu juga lebih baik. Presiden juga menegaskan, bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pace, Mace, Mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat.

Tidak Terpancing

Sebelumnya dalam pernyataannya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/8) siang, Menko Polhukam Wiranto menegaskan, bahwa jajaran Polhukam telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi siapapun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini.

Kepada seluruh masyarakat, Menko Polhukam mengimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan berita-berita negatif dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan, kedamaian, dan kebersamaan kita sebagai bangsa yang bermartabat.

“Pemerintah memberikan jaminan sepenuhnya untuk terpeliharanya stabilitas keamanan di seluruh wiyalah,” tegas Wiranto.

Menko Polhukam juga meminta kepada aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk senantiasa melaksanakan tindakan persuasif dan terukur terhadap masyarakat. (sumber : https://kominfo.go.id)

Sharing is caring

Gugah Patriotisme Milenial Kembangkan Solusi dan Inovasi untuk Bangsa

Siaran Pers No. 152/HM/KOMINFO/08/2019

Minggu, 18 Agustus 2019

Tentang

Gugah Patriotisme Milenial Kembangkan Solusi dan Inovasi untuk Bangsa

Sejak tahun 2015, Pemerintah memfasilitasi warga negara untuk mengembangkan perusahaan rintiisan atau startup digital. Melalui Gerakan 1000 Startup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mewujudkan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

Kini dalam momentum Peringatan Ulangtahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan 1000 Startup Digital dikemas dengan konsep baru. Melalui, gerakan masif Ignite The Nations, Pemerintah memfasilitasi pertemuan ribuan pelaku startup digital untuk mendorong tumbuhnya industri startup yang kini tengah booming di kalangan anak muda milenial.

Bertema “Sumber Daya Digital Millenial Unggul, 1.000 Mimpi, 1.000Karya, 1.000 Solusi – untuk Indonesia Raya” ditargetkan untuk memantik patriotisme generasi milenial yang telah akrab dengan dunia digital agar membangkitkan mimpi besar yang dapat memberikan solusi dan inovasi bagi bangsa.

“Sesuai dengan namanya, ignite berarti memantik atau menyalakan. Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita ingin memantik kembali semangat para generasi muda agar bisa merubah bangsa,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di hadapan ribuan peserta Ignite The Nations, di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/08/2019).

Menurut Wapres, generasi muda saat ini jauh lebih beruntung karena kehadiran teknologi yang bisa mempermudah semua hal. Meskipun demikian, Wapres mendorong generasi muda dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Namun, dengan syarat (menguasai) ilmu pengetahuan. Kalau tidak sekarang memulai, kapan lagi?” ujarnya retoris.

Wapres Jusuf Kalla membuat analogi dalam membangun usaha startup digital seperti berenang. “Sebanyak apapun kita membaca buku dan teori tentang berenang, kita akan tenggelam juga ketika menceburkan diri. Sama seperti membuat startup, tidak perlu banyak membaca teori, tapi harus berani mencoba perlahan demi perlahan,” jelasnya.

Bahkan, Jusuf Kalla optimistis keberadaan stratup digital akan dapat mengguncang dunia. Ia pun menirukan ujaran Bung Karno yang terkenal mengenai pemuda. “Bung karno mengatakan berikan saya 10 pemuda, maka akan ku goncang dunia. Jika saat ini, berikan 1000 startup digital akan kita guncang dunia,” tandasnya.

Wapres menegaskan inovasi dan pengetahuan bisa mengubah bangsa. Apalagi di tengah kompetisi global saat ini. “Jika kita tidak memulai berusaha berubah, maka kita akan menjadi konsumen negara Jepang dan Cina. Kita juga harus semangat. Banyak negara kaya akan sumber daya, tapi kalah dengan negara lebih kecil karena tidak punya semangat,” tegasnya.

Berani Buat Perubahan

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, sebelumnya menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk mendorong industri startup digital. “Tidak hanya memfasilitasi, kami ingin akselerasi adanya unicorn melalui ekosistem. Semua startup yang sudah unicorn ikut. Bagaimana kita membuat unicron berikutnya. perusahaan-perusahaan rintisan memang telah terdapat di Indonesia, terutama yang memanfaatkan teknologi digital,” ungkapnya.

Menteri Kominfo menyebutkan upaya fasilitasi untuk mempercepat pertumbuhan startup sudah dilakukan sejak tahun 2016. Menurutnya Indonesia saat ini memiliki tiga unicorn dan satu decacorn yang berbasis digital. “Kita ingin mendapatkan lebih banyak unicorn di masa mendatang. Startup Digital ini sudah dimulai pada 2016 dan yang menggerakkan adalah komunitas digital Indonesia,” tegasnya.

Bahkan melalui Gerakan 1000 Stratup Digital, Pemerintah telah mendorong sebanyak 200 perusahaan rintisan telah melalui fase ignition, inkubasi hingga mendapat suntikan modal. Sedangkan sisanya, sebanyak 800 perusahaan masih berada dalam masa inkubasi. “Kominfo tidak sendirian, ada Badan Ekonomi Kreatif, BKPM, Telkom dan perusahaan swasta lain. Kami harap yang akan datang, lebih banyak lagi startup dan success rate-nya naik,” tuturnya.

Lewat berbagai gerakan ini pemerintah juga ingin mendorong startup untuk bisa meningkatkan keberhasilan perusahaan menjadi unicorn, perusahaan start up yang telah memiliki valuasi nilai usaha sebesar USD 1 juta.

“Saya berharap Program Ignite The Nation Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dapat menciptakan unicorn baru di Indonesia dan para pelaku startup dapat melalui tahapan-tahapan yang baik hingga akhirnya mampu mendapatkan modal dan terus berkembang sebagaimana unicorn yang kini dimiliki Indonesia,” harap Rudiantara.

Menteri Kominfo mendorong generasi milenial harus berani menjadi game changers atau agen perubahan.“Semua yang hadir di sini harus berani menjadi game changers, sebagai game changers kita harus berani gagal. Kita contoh para pendahulu seperti founder unicorn, seperti Erick Thohir dan Wishnutama. Mereka semua pernah gagal,” ujarnya menyemangati peserta Ignite The Nations.

Menteri Rudiantara berkisah tentang upaya Thomas Alva Edison yang pernah 999 gagal. “Di percobaan ke-1000 baru berhasil membuat lampu. Coba bayangkan jika Thomas Alva Edison menyerah. Kita tidak akan menikmati lampu seperti saat ini,” katanya.

Guna mengembangkan ekosistem startup digital, Menteri Kominfo menjamin pemerintah tidak akan menerapkan regulasi yang ketat agar success rate startup meningkat dan mendorong startup berkembang.

“Pemerintah akan fokus untuk mendorong ekosistem, menerapkan regulasi untuk perlindungan bagi konsumen. Kita juga akan adakan mentor-mentor agar memberi arahan yang jelas bagi anak muda yang mau buat startup. Saya harap success rate-nya naik, unicorn dan decacorn juga bertambah,” ungkapnya.

Pertemuan milenial digital Ignite The Nations sendiri merupakan suatu gerakan besar untuk mengobarkan rasa patriotik digital milenial Indonesia. Membangkitkan mimpi besar mereka sebagai solusi dan inovasi bagi bangsa Indonesia. Acara tersebut dihadiri lebih dari 8.000 orang peserta dan 1.411 orang relawan.

Selain itu hadir sebagai mentor sektyor strategis antara ;lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Ada juga sesi game changer ajang berbagi sukses dari para pendiri startup unicorn, antara lain CEO Bukapalak Achmad Zaky, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, CEO Traveloka Fery Unardi, Erick Thohir, dan Whisnutama.

Tampak hadir dari Kementerian Kominfo, Dirjen Aplikasi Informatika Semual A. Pangerapan, Sekretaris Jenderal Rosarita Niken Widiastuti, Inspektur Jenderal Doddy Setiadji, Staf Khusus Bidang PMO dan Ekonomi Digial, Lis Sutjiati, Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital Deddy Permadi, dan pejabat di lingkungan Kementerian Kominfo. (sumber : https://kominfo.go.id)

Sharing is caring

Lomba Vlog Bela Negara Masa Kini

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Direktorat Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi Republik Indonesia bersama dengan Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Wantannas) menyelenggarakan lomba vlog dengan tema “Bela Negara Masa Kini”. 

Lomba terbuka untuk umum, khususnya untuk anak muda Indonesia. Diharapkan dengan adanya perlombaan ini dapat menambah rasa nasionalisme yang dimiliki oleh para pemuda Indonesia. Total hadiah sebesar Rp57 Juta. 

Timeline Lomba:

  • Pengumpulan video dari 13 Agustus s.d 31 Agustus 2019
  • Penjurian dilakukan tanggal 1 September s/d 12 September 2019
  • Pengumuman pemenang pada tanggal 13 September 2019

Hadiah Lomba:

  1. Juara 1 sebesar Rp. 25.000.000, –
  2. Juara 2 sebesar Rp. 15.000.000, –
  3. Juara 3 sebesar Rp. 10.000.000, –
  4. Juara hiburan sebesar Rp. 500.000, – untuk 15 pemenang.

Penjurian:

Proses penjurian dilakukan oleh tim juri gabungan terdiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Content Creator, dan Influencer.

Syarat dan ketentuan Lomba Vlog Bela Negara:

  1. Follow akun Instagram @terasnegeriku dan subscribe akun Youtube @terasnegeriku
  2. Vlog bertemakan “Bela Negara Masa Kini”, diunggah ke akun Instagram atau Youtube pribadi dengan tagar #belanegaramasakini dan mention @terasnegeriku
  3. Durasi video 1 menit
  4. Setiap peserta hanya dapat mengirimkan 1 video.
  5. Konten video harus orisinal, tidak melanggar hukum/aturan berlaku, tidak mengandung SARA, dan tidak ada unsur pornografi serta tidak pernah dilombakan sebelumnya atau sedang mengikuti perlombaan lain.
  6. Semua hasil karya yang telah didaftarkan menjadi milik Panitia. Panitia berhak menggunakan karya vlog tersebut untuk kepentingan panitia dengan tetap mencantumkan sumber vlog (akun) pengunggah video.
  7. Peserta tidak dipungut biaya (gratis).
  8. Video paling lambat ditunggu sampai tanggal 31 Agustus 2019 pukul 23.59 WIB.
  9. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 13 September 2019 melalui Instagram @terasnegeriku
  10. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  11. Jika ada pelanggaran di kemudian hari maka juri berhak mengubah keputusannya dan menetapkan keputusan lebih lanjut.

Dengan mendaftarkan vlog, berarti Anda setuju dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Ayo tunjukkan Bela Negara versi Kamu!

(sumber : https://www.kominfo.go.id)

Sharing is caring

Pembinaan, Strategi Kominfo Tangani Konten Asusila di Dunia Maya

Siaran Pers No. 148/HM/KOMINFO/08/2019

Senin, 12 Agustus 2019

Tentang

Pembinaan, Strategi Kominfo Tangani Konten Asusila di Dunia Maya

Upaya penanganan konten berbau asusila di dunia maya bukanlah perkara mudah. Butuh sinergi dan komitmen yang kuat antarpemangku kepentingan, mulai dari pegiat atau konten kreator, komunitas, tokoh masyarakat, LSM, regulator dan penegak hukum. Salah satu strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menangani konten asusila dengan melakukan pembinaan. 

Hasil pantauan Tim AIS Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, sampai dengan Bulan Juli 2019 ditemukenali 2.457 konten berupa berita bohong, 898.109 konten pornografi, dan 3.021 konten penipuan. Selanjutnya terdapat 10.451 konten radikalisme dan 71.265 konten perjudian. 

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, penetrasi konten-konten di dunia maya amat dinamis, termasuk jika berbicara hal yang berkaitan dengan asusila. Menurut Rudiantara, perlu strategi yang komprehensif dan terintegrasi.   

“Sesuatu yang diatur tetapi berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, memang menjadi senantiasa dinamis. Dari waktu ke waktu bisa berbeda, katakanlah yang berkaitan dengan asusila,” kata Rudiantara dalam acara Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya di Museum Nasional, Jakarta, Senin (12/8/2019). 

Menteri Rudiantara menjelaskan dalam menangani persoalan ini, butuh pembinaan dan pendekatan langsung dengan pihak-pihak terkait. Tidak langsung melakukan justifikasi, tetapi lebih kepada komunikasi yang persuasif. 

“Pembinaan itu artinya dipanggil dulu, undang dulu, sebaiknya jangan kayak begini. Nah, itu yang dikedepankan oleh Kominfo. ” jelas Rudiantara.  

Penanganan yang tepat juga dibutuhkan karena saat ini  pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari 170 juta orang, mayoritas ialah anak-anak. “Kita harus hindari posting konten-konten yang diperkirakan akan menuai kontroversi dan berdampak negatif,” tutur Rudiantara.

Menteri Kominfo menambahkan, penanganan konten seperti radikalisme dan terorisme memiliki lembaga khusus yakni BNPT. Begitupun dengan narkoba ada BNN, peredaran obat makanan ada BPOM. Sementara, belum ada lembaga yang secara khusus menangani konten asusila.

“Nah, kalau yang berkaitan dengan asusila ini tidak ada lembaga khusus yang menangani masalah yang berkaitan dengan asusila maupun pornografi. Kominfo selalu mengedepankan pembinaan. Jadi, sesuatu yang sifatnya bukan bertentangan langsung dengan pornografi,” imbuhnya. 

Menteri Rudiantara berharap, kegiatan sarasehan seperti ini kedepannya harus diadakan secara berkala. Tujuannya tentu agar pembinaan yang dilakukan juga berjalan dengan masif.

“Sekali lagi, ini sesuatu yang dinamis karena berkaitan dengan masyarakat. Karena ini sesuatu yang bisa berbeda pemikirannya, dan kita juga dari stakeholders yang mempunyai pemikiran yang berbeda,” ungkapnya. 

Berdasarkan Hukum

Pengamat Hukum Pidana, Asep Iwan Iriawan menilai batasan asusila relatif luas. Namun demikian, karena Negara Indonesia adalah negara hukum, jadi semua hal harus berdasarkan hukum.

“Orang bisa dihukum pidana jika melanggar unsur pidana. Pembuktian kasus asusila sangat sulit, oleh karena itu selama ini tersangka hanya mendapat hukuman singkat. Hukum bicara fakta, harus tegas jelas tuntas, jangan mengira-ngira,” tegasnya.

Oleh karena itu, batasan konten asusila perlu memiliki landasan dan kejelasan hukum serta pengecualian hal-hal tertentu. 

Sedangkan Direktur Penyidikan Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Rachmad Wibowo menghimbau agar setiap warganet melakukan pelaporan jika ada konten negatif ditemukan di dunia maya.

“Saat ini sedang marak mention atau cc Divisi Humas Polri di media sosial. Jangan semua dilaporkan, harus ada unsur pidananya baru bisa dianalisis oleh beberapa ahli,” ungkapnya.

Diskusi yang terbagi dalam tiga sesi itu membahas beragam perspektif sejarah, sosiokultural hingga industri.  Dalam sesi pertama Perspektif Historis dan Filosofis UU Pornografi, menghadirkan narasumber antara lain Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ghafur Akbar Dharma Putra; Direktur Penyidikan Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Brigjen Rachmad Wibowo; Akademisi STIE Perbanas Surabaya, Dr. Ronny; Pengamat Hukum Pidana,Dr. Asep Iwan Iriawan serta Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik UU Pornografi, Muhammad Amirullah. 

Sementara dalam sesi kedua yang berlangsung usai rehat siang dibahas Konten Asusila dalam Perspekif Sosio-Kultural dengan narasumber Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud, Hilmar Farid; Budayawan Sudjiwo Tedjo, Sineas Nia Iskandar Dinata; Ketua KPAI, Susanto; Ketua Pusat Studi Gender & Seksualitas UI, Diana Teresa Pakasi, dan Sosiolog Daisy Indira.

Adapun sesi ketiga membahas Konten Asusila dalam Perspektif Pengendalian Konten Internet, Penyedia Platform dan Pelaku Industri dihadiri narasumber Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, Putri Alam, Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan, Atnike Nova Sigiro serta  Widuri (ICT Watch); Yossi Mokalu (Konten Kreator) dan Iwan Setyawan (Kata Netizen – Kompas TV). (sumber : https://kominfo.go.id)

Sharing is caring