Peresmian Mal Pelayanan Publik Smart Salatiga

Salatiga – Menpan RB, Tjahjo Kumolo meresmikan Mal Pelayanan Publik Smart Salatiga pada hari ini Jumat, 19 Maret 2021. Pada peresmian ini, turut hadir pula Deputi Pelayanan Publik, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Salatiga Yuliyanto., SE., MM, Forkopimda dan beserta jajarannya.

Mal Pelayanan Publik Smart Salatiga terdiri dari 21 Instansi dan 195 layanan, baik layanan perijinan maupun layanan non perijinan. Beberapa instansi yang memberikan layanan di Mal Pelayanan Publik Smart Salatiga yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Kantor Pos, Kementerian Agama Kota Salatiga, BPJS Kesehatan, Kantor Pertanahan, Dinas Kesehatan, Polres Salatiga, Samsat Salatiga, Kantor Pelayanna Pajak, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Salatiga, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Salatiga, Disdukcapil Kota Salatiga, Kantor Imigrasi Kota Salatiga, dan Bank Jateng.

Walikota Salatiga Yuliyanto, SE., MM mengapresiasi dengan berdirinya Mal Pelayanan Publik Smart Salatiga. “Berdirinya Mal Pelayanan Publik Smart Salatiga ini merupakan bentuk komitmen kami jajaran walikota dan Pemerintah Kota Salatiga didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ada di Kota Salatiga sebagai perwujudan didalam memberikan pelayanan publik untuk menciptakan tata Kelola Pemerintahan yang baik / Good Government”. Ucap Yuliyanto.

Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa hingga saat ini beberapa daerah sudah terlebih dahulu hadir untuk membuat mal pelayanan publik, yang mana saat itu Banyumas menjadi trigger daerah-daerah lain untuk membuat mal pelayanan publik. Selanjutnya daerah yang membuat pelayanan publik yaitu Kebumen, Batang, Jepara, Surakarta, Pati dan saat ini lahir di Kota Salatiga. Ucap Ganjar Pranowo.

Dalam Sambutannya, Menpan RB Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa inovasi pelayanan publik harus menjadi agenda utama dalam transformasi layanan publik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dengan baik untuk Tata Kelola pemerintahan yang semakin cepat dan terintegrasi, layanan publik melibatkan peran aktif masyarakat dalam pelayanan publik yang dilakukan melalui survei kepuasan masyarakat maupun forum konsultasi publik, dan Mal Pelayanan Publik dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan masyarakat. Dalam mensukseskan program vaksinasi Covid-19, layanan publik ini harus menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

Sharing is caring

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kota Salatiga

Dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan peninjauan langsung di beberapa Sekolah di Kota Salatiga. Sekolah yang mendapat tinjauan langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hari ini Rabu, 17 Maret 2021 diantaranya SMA N 2 Kota Salatiga, SMP N 6 Salatiga, SD Negeri Dukuh 01 Kota Salatiga dan SMK Negeri 1 Kota Salatiga.

Ganjar Pranowo mengapresiasi simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) yang mana telah menerapkan pembelajaran tatap muka dengan sistem 2 (dua) shift yang disetiap shiftnya berisi 50% dari jumlah siswa setiap kelas. Selain dari jumlah siswa, sarana dan prasana sekolah pun tidak luput dari perhatian Ganjar. Ganjar Pranowo menilai sarana dan prasarana sudah berjalan dengan benar, dan anak-anak pun sudah sadar bagaimana menerapkan protokol kesehatan minimum 3M nya. Ucap Ganjar di sela kunjungannya di SMP N 6 Salatiga.

Selain kebiasaan yang sesuai dengan protokol Kesehatan, Ganjar Pranowo juga menyampaikan hal yang tidak kalah penting yaitu guru juga harus menjaga diri. Terkait dengan hal ini kota Salatiga sudah menerapkan assessment terhadap hal tersebut dan Ini sudah baik, ucap Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa dengan awalan ini, diharapkan anak-anak dapat mengikuti kebiasan baru bersekolah dimasa pandemi. Ganjar juga mengapresiasi terhadap anak-anak yang berangkat sekolah dengan diantar oleh orang tua atau berjalan kaki. Ini sudah betul tidak menggunakan angkutan umum, ucap Ganjar Pranowo.

Sharing is caring

Talkshow Bersama Walikota Salatiga Yuliyanto, SE., MM.

Salatiga – Diskominfo Salatiga melalui Radio Suara Salatiga menyelenggarakan talkshow bersama Walikota Salatiga Yuliyanto, SE., MM. di Radio Suara Salatiga. Talkshow kali ini dipandu langsung oleh Kadis Kominfo Drs. Prasetiyo Ichtiarto, M.Si. dengan tema Salatiga Kota Tertoleran se-Indonesia yang mana Kota Salatiga baru saja meraih peringkat 1 Kota Ter Toleran se-Indonesia oleh Setara Institute pada 25 Februari 2021.

Dengan Indeks Kota Tertoleran (IKT) sebesar 6,717 Kota Salatiga berhasil menjadi Kota Tertoleran tahun 2020 menggeser Kota Singkawang yang tahun ini turun ke peringkat ke-2.

Walikota Salatiga menyampaikan 8 indikator untuk pembobotan yang digunakan dalam penilaian Kota Tertoleran diantaranya yaitu PRJMD tahun 2017 – 2022 sebanyak 10%, Kebijakan Pemerintah kota tentang toleransi yang tidak diskriminasi sebanyak 20%, peristiwa intoleran / pelanggara dikota salatiga sebanyak 20%, dinamika masyarakat sipil sebanyak 10%, tindakan pemerintah sebanyak 10%, tindakannya nyata sebanyak 15%, demografi sebanyak 5%, dan inklusi sosial keagamaan sebesar 10%.

Selain Narasumber Walikota Salatiga, turut hadir pula narasumber Ka Biro PHA UKSW Rini Kartika Hudiono, S.Pd., M.A dan Ketua FKUB Salatiga Noor Rofiq.

Sharing is caring

Ruang Digital Bersih dan Sehat, Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Jakarta, Kominfo – Masyarakat dapat mewujudkan ruang digital yang bersih. Sehingga, berpengaruh positif terhadap pola pikir dalam mendukung penyelenggaraan vaksinasi nasional Covid-19 yang tengah dilakukan pemerintah saat ini.

“Mohon memberikan partisipasi aktif terkait dengan arus informasi vaksin ini. Kami harapkan bisa bersama-sama menghadirkan ruang digital yang bersih dan sehat,” ujar Juru Bicara Menteri Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi dalam Webinar Vaksin Untuk Negeri, dari Jakarta, Selasa (09/03/2021).

Menurut Jubir Dedy Permadi, ruang digital yang bersih dapat membuat masyarakat mendukung program vaksinasi. Bahkan, ada indikasi penerimaan publik terhadap vaksin semakin meningkat dari waktu ke waktu ketika ruang digital dalam negeri bersih dan sehat.

“Dengan konsisten ruang digital bersih dan sehat, maka akan berpotensi juga membuat wabah global yang merebak di dalam negeri berlalu. Salah satu cara utama untuk kita segera keluar dari pandemi Covid-19. Kalau tidak ada vaksin kita makin lama lagi berlama-lama dengan virus berbahaya ini,” jelasnya.

Jubir Kementerian Kominfo menegaskan saat ini Pemerintah berupaya memerangi ancaman dari informasi yang tidak benar atau hoaks yang rawan menyerang masyarakat di ruang digital. Berdasarkan data Kementerian Kominfo, terdapat sebaran isu hoaks dalam aplikasi Facebook dengan jumlah sebaran mencapai 2.117 konten. Adapun di Twitter sebanyak 496 konten hoaks, YouTube jumlah sebaran mencapai 49 konten hoaks, dan Instagram sebanyak 24 konten hoaks.

“Total 2.686 hoaks itu dan sebanyak 2.348 sudah dilakukan take down,” tegasnya.

Jubir Dedy Permadi menyatakan Pemerintah telah menyediakan beragam jenis kanal komunikasi, sebagai rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi benar terkait penanganan wabah global Covid-19. Dengan begitu, masyarakat bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi tersebut menggunakan gawai yang dimilikinya.

“Pemerintah sudah disediakan untuk masyarakat. Jadi kalau masyarakat ingin mendapatkan informasi informasi terpercaya maka datanglah ke kanal-kanal tersebut,” imbuhnya.

Kanal yang disediakan antara lain website resmi Komite Penanganan Covid dan Pemilihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan situs lawancovid.go.id. Lalu ada website yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan yang dapat dirujuk sebagai sumber informasi terkait pandemi.

Pemerintah juga sediakan fasilitas chatbot yang dimiliki oleh pemerintah, sehingga masyarakat mengetahui berbagai informasi yang ada. Melalui aplikasi WhatsApp yang dapat diakses oleh masyarakat sewaktu-waktu.

Ada juga call center 119 yang tidak dikenakan biaya dengan tujuan melayani setiap pertanyaan masyarakat terkait wabah global tersebut. Bahkan melalui medium seperti billboard juga digunakan sarana sosialisasi oleh Pemerintah.

“Terakhir, pemerintah juga membuat akun di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twiiter, dan Tik-Tok,” ungkap Jubir Kementerian Kominfo.

Sumber

Sharing is caring