Salatiga, 26 Februari 2020. Dinas Kesehatan Kota Salatiga mengadakan seminar kesehatan dengan tema Virus Corona (2019-nCov Wuhan Coronavirus). Seminar ini menghadirkan 2 narasumber yakni Sutarman, SKM M.kes dari Dinkes Provinsi Jateng dan dr. Hasto Nugroho, Sp.P(K), MKM, FISR spesialis paru Rumah Sakit Ario Wiriawan. Seminar dibuka oleh Kabid p2p Dinkes Kota Salatiga sdr. Junaidi, M.Kes.
Junaidi menyampaikan bahwa seminar ini baru pertama kali diadakan di Salatiga. Peserta seminar terdiri dari petugas kesehatan Rumah sakit, Kader Kesehatan masyarakat serta staf dari kecamatan dan kelurahan, yang mana diharapkan para peserta dapat menerapkan serta menyebarluaskan ilmu yang diterima dari seminar ini.
Sutarman, SKM., M.kes memberikan materi dengan judul kebijakan dan kewaspadaan virus corona. Sutarman menyampaikan tentang Kondisi saat ini, kronologis, pentingnya deteksi dini, karantina dan pencegahan virus corona.
Pada tanggal 12 februari 2020 Virus Corona di beri nama covid 19 (Coronavirus disease 2019). Virus Corona telah menyita perhatian dari masyarkat indonesia khususnya Jawa Tengah. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya masyarakat Jawa Tengah yang keluar negeri. Sutarman menjelaskan bahwa jika seseorang menderita panas Lebih dari 380, pilek, batuk, nyeri tenggorokan, sampai dengan pneumonia dan kontak dengan pasien yang terpapar atau setelah pulang dr negara yang terpapar maka perlu diwaspadai lebih, tetapi jika tidak kontak dari orang yang terjangkit atau tidak dari negara yang terpapar maka hanya perlu pengobatan yang sesuai. Sutarman juga menegaskan bahwa sampai saat ini indonesia belum ada yang positive virus corona. Deteksi dini dapat dilakukan di dokter pelayanan yaitu puskemas dengan mengidentifikasi pasien pernah kontak atau berkunjung dari negara terjangkit khusus nya cina atau negara yg telah terpapar. Sutarman menghimbau petugas kesehatan menggunakan APD yang memenuhi standar, meminta nomor handphone pasien yg mungkin terpapar atau nomor kontak dari keluarga pasien untuk mengurangi kunjungan ke pasien karena petugas kesehatan pun juga bisa terpapar ketika merawat. Sarana prasarana di yang dapat digunakan oleh masyarakat yaitu masker dan cuci tangan dgn sabun/antiseptik. Dr. Hasto Nugroho menyampaikan kecepatan penularan Virus Corona yang tinggi, dimana pada tanggal 29 Desember 2019 hanya 4 kasus namun pada tanggal 25 Februari 2020 menjadi 80.248 kasus. Tingkat kesembuhan virus ini juga masih kategori tinggi yaitu 80%. Virus Corona ditularkan oleh hewan seperti unta, kucing, dan kelelawar. Namun saat merebaknya virus ini dapat ditularkan dari orang ke orang. Penularan dapat terjadi saat batuk, bersin, kontak erat seperti dokter kepada pasien, petugas karantina yang kontak dengan pasien serta benda yg terdampak virus. Dr. Hasto Nugroho juga memberikan tips pencegahan yang dapat kita lakukan ketika virus corona ini merebak yaitu dengan menghindari pergi ke tempat kerumunan seperti mall dan pasar atau jika terpaksa harus ke tempat kerumunan maka kita dapat menggunakan masker. (ndy)

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HOAX

RSS url is invalid or broken

Link

 

 

Suara Salatiga
GPR Kominfo
May 2026
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
367205
Users Today : 83
Users Yesterday : 6
Total Users : 365505
Views Today : 355
Total views : 1231654
Who's Online : 3