









Selain sebagai agen perubahan, Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak Sri Hartini, S.Pd., M.Pd juga menuturkan beberapa tujuan lain dalam laporannya. “Tujuan dari kegiatan ini agar peserta memahami peran sebagai motor untuk mencapai peningkatan kota layak anak secara komprehensif dan sistematis. Kemudian agar dapat meningkatkan pengetahuan yang lebih mendalam sebagai pelopor dan pelapor dalam pembangunan di Kota Salatiga. Selanjutnya agar mendapatkan informasi dan pengalaman mengenai perlindungan bagi anak dan upaya yang perlu dilakukan untuk mewujudkannya serta meningkatkan motivasi seluruh pihak agar dapat melibatkan anak dalam mengutarakan pendapat”.
Pelatihan tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri dari forum anak Kota Salatiga, forum anak kecamatan se-Kota Salatiga dan forum anak kelurahan se-Kota Salatiga. Pj. Wali Kota, Drs. Sinoeng N. Rachmadi, M.M juga memberikan motivasi dan pengarahan kepada para peserta terkait pencegahan bullying dan pendidikan moral lainnya. “Kegiatan ini harus terus menerus dilakukan untuk selalu mengingatkan kepada para generasi muda agar dapat meminimalisir potensi terjadinya bullying maupun kasus-kasus kekerasan dan fisik kepada anak seusianya. Sehingga kesadaran ini harus kita mulai dari anak. Oleh karena itu, dalam konteks ini negara harus hadir pada upaya-upaya untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan tersebut”.
Orang nomor satu di Salatiga tersebut juga menyajikan tayangan video yang mengandung unsur pesan moral di dalamnya. Sehingga para peserta bisa mengambil sudut pandang tertentu yang diharapkan tidak menimpa di sekitarnya. Selain itu, forum anak di Salatiga juga dapat rekomendasi dari Pj. Wali Kota melakukan komparasi studi di daerah lain untuk memberikan khasanah ataupun pengayaan pada cakrawala pandang.
















Users Today : 53
Users Yesterday : 6
Total Users : 365475
Views Today : 167
Total views : 1231466
Who's Online : 11
No responses yet