Lebih dari 130 anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa dari Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang menerima santunan nasional ke-18 dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (Opshid). Santunan diberikan dalam bentuk uang tunai dan paket sembako. Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka tasyakuran mauliddin Nabi Muhammad SAW dan HUT Dhilaal berkat rahmat Allah Shiddiqiyyah ke-22. Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan penyerahan Rumah Layak Huni Shiddiqiyyah kepada Samidi, salah satu warga Kenteng, Kumpulrejo, Salatiga. Penyerahan rumah ini dilaksanakan oleh organisasi yang sama dalam rangka mensyukuri Hari Sumpah Pemuda. Dua kegiatan sosial kemanusiaan ini digelar di depan rumah Samidi pada Kamis, (13/10). Menurut Rochmadi selaku ketua panitia penyelenggara, kegiatan tersebut dilaksanakan atas dasar kepedulian kepada sesama. “Kami menyadari pentingnya santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang merupakan bagian dari perwujudan cinta tanah air Indonesia dan supaya kita selamat dari julukan pendusta agama”. Selain itu, ia juga mendoakan agar NKRI diberikan keselamatan dan mengedepankan nilai-nilai kepedulian serta kesatuan bangsa.Drs. BPH Pramusinta, M.Kes yang mewakili PJ. Wali Kota, menyampaikan ucapan terimakasih atas nama Pemkot Salatiga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. ”Kami atas nama Pemkot Salatiga menyampaikan banyak terimakasih karena telah membantu tugas Pemerintah wabil khusus thariqah Shiddiqiyyah, yang telah memberikan dua rumah layak huni di Salatiga”. Pihaknya juga menambahkan bahwa Pemkot Salatiga akan terus mengupayakan supaya masyarakat Salatiga semakin sejahtera baik aspek ekonomi, kesehatan dan struktur infrastrukturnya. Seusai menyampaikan sambutan dari PJ. Wali Kota, dilanjutkan simbolis penyerahan kunci dan pemotongan pita rumah layak huni kepada penerima serta peninjauan ke dalam rumah. Selain itu, tidak lama lagi juga akan diterimakan satu rumah layak huni kepada Imaroh, salah satu warga dari Pulutan, Salatiga.
No responses yet