








Kepala Bappeda Salatiga, Agung Hendratmiko, S.T., M.T., M.Si dalam laporannya menyampaikan beberapa tujuan dan harapan dari Musrenbang tingkat kota tersebut. “Adapun tujuannya adalah sebagai berikut, menyerahkan prioritas sasaran pembangunan Kota Salatiga 2024 yang telah ditetapkan dalam Perwali No.10/2022 tentang rencana pembangunan tahun 2023-2026 dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta pokok-pokok pikiran dari Ketua DPRD Kota Salatiga. Melakukan sinkronisasi usulan prioritas kegiatan kelurahan dan kecamatan. Menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program di tahun 2024”. Pihaknya menambahkan bahwa RKPD tersebut disusun melalui pendekatan partisipatif, teknokratik, politik dan top down serta buttom up.
Ir. Tatak Wibiseno, M.T, perencana Ahli Madya Bappeda Prov. Jateng menyampaikan bahwa planning kedepan lebih penting daripada hanya berkutat pada satu permasalahan. “Musrenbang ini menghubungkan berbagai proses, buttom up, politis kemudian teknokrat dan partisipatif. Tentu saja ini bagian dari proses inisiatif yang kemudian disubstansikan menjadi tema-tema tertentu seperti RKPD ini. Kemudian kita berpikir kedepan, yang tidah hanya pada kondisi yang ada tetapi kita berpikir planning kedepan. Kalau masalah itu bisa kita hadapi dengan planning kedepan, itu lebih baik daripada kita berpikir masalah itu harus kita atasi”.
Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishak Palit, M.Si kesempatan tersebut juga memberikan pokok-pokok pikiran yang kemudian diserahkan kepada Pj. Wali Kota Salatiga. Pihaknya menyoroti beberapa hal yang perlu diperbaiki diantaranya masalah pengangguran, kemiskinan, kesetaraan gender, budaya kerja, review SOTK, Perlindungan RT/RW/LPMK melalui BPJS, Aset pemerintah dan lainnya. Selain itu, beberapa pihak juga menyampaikan usulannya dalam musrenbang tingkat kota tersebut. Salah satunya, Ngatimin selaku Ketua Difabel Salatiga, pihaknya mengusulkan pelibatan pemerintah dalam memberikan pelayanan, utamanya akses jalan untuk difabel. Hal tersebut langsung direspon dan disetujui secara langsung oleh orang nomor satu di Salatiga, bahkan akan mengumpulkan lurah dan camat agar dapat mendata dengan akurat jumlah difabel di Kota Salatiga, sesuai mandat dari Gubernur Jawa Tengah.
Pj. Wali Kota Salatiga, Drs. Sinoeng N. Rachmadi, M.M mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat untuk membangun Kota Salatiga bersama. “Kami ucapkan terimakasih kepada semuanya yang hadir dalam forum mulia ini, ini formasinya lengkap dan siap untuk mengakomodir usulan dan aspirasi dari masyarakat untuk mbangun bareng masyarakat Salatiga”. Pihaknya juga memberikan arahannya terkait arah pembangunan Kota Salatiga yang diantaranya taman wisata religi, super tangguh, jalan lingkar Salatiga, kepastian aset, pencegahan pelecehan seksual, proyeksi keuangan daerah dan lain-lain. Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Rifqi Aulia Erlangga, M.Hum selaku Moderator.

















Users Today : 76
Users Yesterday : 6
Total Users : 365498
Views Today : 313
Total views : 1231612
Who's Online : 2
No responses yet