









Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pemerintah menetapkan program penurunan stunting sebagai program nasional, dan ditargetkan turun 14% di tahun 2024. “Pada kesempatan ini perlu saya sampaikan, bahwa saat ini pemerintah menetapkan program penurunan stunting sebagai program nasional, dengan target sebesar 14% pada tahun 2024. Upaya pemerintah dalam penurunan stunting dilakukan melalui berbagai kegiatan lintas sektor sebagai bentuk rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting Indonesia”.
Ditambahnya dalam pengarahan, ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam langkah penurunan stunting. “Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan dalam upaya penurunan stunting di Salatiga. Sehingga telah membuahkan hasil yang menggembirakan dengan angka stunting saat ini sebesar 5,92%. Walaupun sudah di bawah angka nasional, kita harus terus berupaya menurunkan angka stunting seminimal mungkin menuju Salatiga bebas stunting”.
Turut hadir dalam acara tersebut, Sub Koordinator Parameter Kependudukan pada BKKBN Prov. Jateng, Sri Winarti, yang menyatakan kegiatan Dashat merupakan suatu kegiatan pemberdayaan. “Dashat ini merupakan kegiatan pemberdayaan, pemberdayaan masyarakat untuk menggunakan bahan pangan lokal yang bertujuan untuk penanganan dan pencegahan stunting. Dashat ini menggunakan bahan pangan lokal yang ada di sekitar kita dengan mempertahankan nilai gizinya”. Waktu yang sama, Ka DP3APPKB dan Ka Diskominfo Salatiga berkesempatan menyerahkan hadiah untuk peserta yang mampu menjawab pertanyaan pada kegiatan tersebut. Setelah pelaksanaan launching, tamu undangan dan peserta yang hadir berkenan untuk berkunjung dan membeli olahan singkong di Kauman Kidul “Gemandul Gemblong Kauman Kidul”.
















Users Today : 238
Users Yesterday : 285
Total Users : 364074
Views Today : 351
Total views : 1227961
Who's Online : 2
No responses yet