








Tony Anandya, selaku ketua panitia yang sekaligus ketua paguyuban kampung singkong di Salatiga ketika memberikan sambutan, mengucapkan kegiatan ini seperti mimpi. “Sebuah mimpi sebetulnya, ketika kita bisa mengadakan festival kampung singkong di tahun ini. Festival ini merupakan salah satu mimpi kami sejak dua tahun terakhir, untuk menunjukan bahwa kampung singkong ini tidak hanya untuk berjualan. Harus ada segi ekonomi kreatifnya yang bisa diangkat. Izin melaporkan, bahwa kampung singkong yang awalnya hanya satu IKM, menjadi 16 IKM, Kemudian 23 IKM dan sekarang menjadi 38 IKM olahan singkong. Belum lagi UMKM lain yang menjadi ‘support system’ di dalam komunitas ini”. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi cikal bakal untuk bisa bersinergi dengan segenap ‘stake holder’ serta kementerian dan berbagai institusi lain.
Sedangkan Kepala Disperinnaker Salatiga, Martini, SKM., M.Kes dalam laporannya menyampaikan beberapa tujuan yang hendak dicapai dalam festival singkong tahun ini. “Tujuannya untuk meningkatkan penyebaran dan pemerataan serta nilai tambah dan daya saing sentra IKM. Selanjutnya untuk meningkatkan produktifitas, kualitas produk, penguatan rantai pasok kawasan industri dan pengembangan ekonomi lokal. Yang ketiga untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, pelaku industri kecil dan industri menengah”.
Pj. Wali Kota Salatiga, Drs. Sinoeng N. Rachmadi, M.M kesempatan tersebut mengungkapkan kegiatan tersebut atas kerja gotong royong dari semua pihak. “Terimakasih yang berkenan hadir di acara ini, tentu ini adalah kerja gotong royong, ini adalah kerja secara kolektif untuk kita memajukan kampung singkong. Dan saya setuju hari ini kampung singkong mengadakan parade nusantara dan saya menggunakan baju dari komunitas Tionghoa. Inilah ke-Indonesiaan kita dan singkong sudah kita kemas sedemikian rupa, tidak hanya Indonesia karena target dan mimpi kita mendunia. Sehingga dalam konteks ini, kita dukung bersama-sama. Untuk kampung singkong selamat, selamat untuk berkreasi, selamat untuk berproduksi, selamat untuk menjaga dan merawat kebersamaan yang indah itu dan inilah wujud persembahan kita dengan menggunakan baju nusantara”.
Selain itu, orang nomor satu di Salatiga itu juga berkenan untuk menandatangani prasasti revitalisasi kampung singkong, menyaksikan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dari berbagai pihak serta melepas dan mengikuti kirab sedekah singkong yang diwujudkan dalam bentuk gunungan. Setelah dilaksanakan kirab, Pj. Ketua PKK Salatiga, Ir. Denok Respati Sinoeng berkenan memotong pita sebagai tanda dibukanya agenda “Mangan Singkong Sakwaregmu” dan dilanjutkan menikmati berbagai olahan singkong yang tersedia.















Users Today : 3
Users Yesterday : 11
Total Users : 365103
Views Today : 11
Total views : 1230105
Who's Online : 1
No responses yet