Anugerah Jurnalistik Kominfo 2018, Bentuk Apresiasi Karya Jurnalis

Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan penghargaan khusus untuk para jurnalis melalui Anugerah Jurnalistik Kominfo 2018 (AJK 2018). AJK 2018 ini merupakan bentuk apresiasi terhadap rekan media yang menjadi mitra Kominfo.

“Acara ini muncul sebagai bentuk pemberian penghargaan kepada jurnalis yang menulis, memotret dan meliput Indonesia dari perspektif Kominfo mulai dari sektor telekomunikasi, penyiaran, aplikasi konten, government public relation (GPR),” jelas Plt. Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu pada Konferensi Pers Peluncuran Anugerah Jurnalistik Kominfo 2018 di Ruang Roeslan Abdul Gani Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Lomba jurnalistik sektor Kominfo ini akan dibagi ke dalam beberapa kategori yaitu liputan media cetak, liputan media online, foto jurnalistik, liputan TV dan liputan radio. “Dari setiap kategori yang sudah ditetapkan, diharapkan ada pesan kunci yang kuat yang mencerminkan kontribusi Kementerian Kominfo dalam pembangunan. Pesan tersebut berupa teks, audio dan foto yang merupakan outcome dan kinerja Kementerian Kominfo. Saya mengapresiasi jurnalis yang telah memberikan informasi tentang program, kebijakan dan capaian Kominfo,” ungkap Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Rosarita Niken Widiastuti saat memberikan sambutan.

Setiap karya jurnalis yang diikutsertakan dalam Anugerah Jurnalistik Kominfo 2018 ini akan direviu dan dinilai Dewan Juri yang prominen di bidangnya. “Kami tidak memilih sembarang juri, kami pilih orang yang prominent di bidangnya. Ada Primus Dorimulu (Pemred Investor Daily), Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers), Gatot S. Dewa Broto (Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga) untuk kategori liputan media cetak dan online. Juri untuk foto jurnalistik yaitu Agus Susanto, Rully Kesuma, Prasetyo Utomo. Sedangkan untuk dewan juri liputan TV dan radio adalah Helmy Yahya, Aiman Witjaksono, dan Niken Widiastuti,” ujar Ferdinandus.

Persyaratan Anugerah Jurnalistik Kominfo 2018

Beberapa persyaratan yang wajib diikuti peserta Anugerah Jurnalistik Kominfo 2018 antara lain:

  1. jurnalis dari media yang terdaftar di Dewan Pers dan memiliki kartu anggota yang masih berlaku;
  2. karya harus bermanfaat, aktual, inovatif, karya asli dan bukan plagiat;
  3. karya tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis yang lain;
  4. karya harus orisinal bukan terjemaahan, saduran atau rangkuman dan tidak mengandung advertorial komersial;
  5. peserta bisa mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya;
  6. jika ada ralat atau koreksi pada karya harus disertakan untuk menjaga akurasi karya;
  7. karya ditayangkan di surat kabar/media online/TV/radio dari tanggal 1 Januari – 15 November 2018.
  8. Karya dari para peserta diterima selambatnya pada 17 November 2018.

Total hadiah yang diberikan pada Anugerah Jurnalistik Kominfo sebesar 175 juta, Juara I akan memperebutkan hadiah 20 juta, Juara II 10 juta dan Juara III memperoleh 5 juta dari masing-masing kategori. “Hadiah yang diberikan pada Anugerah Jurnalistik Kominfo ini totalnya 175 juta merupakan persembahan dari BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kominfo,” ungkap Plt. Kepala Biro Humas. (sumber www.kominfo.go.id)

Sharing is caring

Launching Kampung Iklim

Salatiga, 25 Oktober 2018. Bertempat di RW.05 dukuh Ngaliyan Kelurahan Kecandran, telah dilaksanakan launching Kampung Iklim Tingkat Kota Salatiga. Launching Kampung Iklim ini adalah yang ke-3 kalinya di kota Salatiga, yang merupakan implementasi dan komitmen Indonesia dan negara maju dalam mengurangi efek dari pemanasan global.

Dukuh Duren Ngaliyan dipilih sebagai Kampung Iklim karena 20 % wilayahnya merupakan ruang terbuka hijau dan masyarakatnya telah sadar terhadap upaya untuk mewujudkan lingkungan yang sejuk disetiap rumah dan telah melakukan upaya-upaya lain seperti pengolahan sampah, membuat sumur peresapan dalam rangka terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman. Hal ini sesuai dengan program adaptasi dan mitigasi dari lingkungan. Dalam rangka mendukung program adaptasi dan mitigasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga telah menggandeng pihak swasta melalui program CSR. Disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Salatiga Drs. Prasetya, dalam sambutanya saat Launching Iklim tersebut, peresmian ditandai dengan penanaman pohon dan pelepasan burung oleh segenap tokoh masyarakat.

Usai peresmian launching dilanjutkan dengan  pentas para juara lomba dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun 2018 di kota Salatiga dan pelaksanaan Sosialisasi program Kampung Iklim yang diikuti oleh segenap Kepala OPD, Camat, Lurah, Tokoh Masyarakat, unsur Swasta dan segenap komponen masyarakat lainnya. (AWI)

 

Sharing is caring

Lomba Kelurahan Bebas Jentik Tahun 2018

Pemerintah Kota Salatiga, dalam hal ini dimotori oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan kegiatan Lomba Kelurahan Bebas Jentik. Latar belakang kegiatan ini karena Demam Berdarah Degue (DBD) merupakan masalah yang serius sehingga perlu peran serta seluruh stakeholder dan masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian DBD. DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah karena  perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Penularan DBD umumnya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan dapat ditularkan oleh Aedes Albopictus. Dengan adanya Pemilihan Kelurahan Bebas Jentik diharapkan adanya peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) utamanya pemantauan jentik berkala di lingkungan masing-masing.

Teknis Lomba Kelurahan Bebas Jentik, dilaksanakan dalam dua tahapan. Tahap pertama yaitu verifikasi administrasi dan tahap kedua verifikasi kelapangan oleh Tim Kota. Penilaian kelurahan Bebas Jentik  meliputi  4 aspek yaitu kelembagaan, regulasi, adminstrasi dan aspek keberhasilan. Verifikasi Kelurahan Bebas Jentik  dilaksanakan tanggal 17 Oktober 2018 pada Kelurahan Tingkir Tengah, Kelurahan Gendongan, Kelurahan Sidorejo Lor, Kelurahan Kauman Kidul, Kelurahan Kalicacing, Kelurahan Mangunsari dan Kelurahan Tegalrejo

 

Sharing is caring