






Komisioner KPU Salatiga, Dewi Retnowati dalam keterangannya menuturkan tujuan dilaksanakannya simulasi pemungutan suara dalam Pemilu 2024. “Sesuai dengan petunjuk dari KPU RI, kami kali ini melakukan simulasi pencoblosan menjelang 14 Februari 2024 nanti. Kebetulan Salatiga jatuh pada tanggal 27 Desember dan kami memakai percontohan salah satu TPS 02 Salatiga yakni di Kelurahan Randuacir. Tujuan simulasi ini adalah untuk mengukur seberapa jauh efektifitas waktu yang digunakan setiap pemilih dalam surat suara. Pesertanya adalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang ada di TPS 02 Randuacir dengan jumlah 242 dan ditambah daftar pemilih tambahan yang diarahkan memilih di TPS 02 Randuacir”. Pihaknya menambahkan bahwa penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan ramah dengan penyandang disabilitas dan lansia, seperti akses jalan menuju tempat pemungutan suara maupun penambahan alat (braille) guna mendukung maupun mempermudah akses bagi segala kalangan.
Lebih lanjut, salah satu warga yang turut mengikuti simulasi dan merupakan daftar pemilih tambahan dari PPS Gendongan mengungkapkan tata cara pencoblosan relatif mudah. “Ya tadi kita melakukan simulasi yang tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Saya kira simulasi ini cukup mudah ya asalkan kita sudah memiliki pilihannya. Selain itu gambar-gambarnya juga cukup besar”, ujar Desi Kristiawan. Simulasi tersebut juga dapat dilihat secara umum di platform youtube KPU Salatiga.


















Users Today : 254
Users Yesterday : 285
Total Users : 364090
Views Today : 396
Total views : 1228006
Who's Online : 2
No responses yet