Kampung Pancuran yg terletak ditengah tengah kota Salatiga mulai menata diri untuk tampil lebih menarik meninggalkan stigma kampung kumuh dan kampung preman menuju kampung wisata.

Bermula dari keinginan warga untuk berubah, dan direspon positif oleh Pemkot Kota Salatiga dan didukung Walikota melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan program penataan kawasan permukiman perkotaan melaksanakan pemugaran makam Nyai Kopek, pembangunan MCK Komunal, pembangunan taman vertikal dan penataan sepadan sungai. Warga Pancuran semakin bersemangat untuk bergotong royong memperindah kampungnya dengan kegiatan pengecatan lukisan tiga dimensi.

Kreativitas seniman Pancuran tidak dapat terbendung lagi. Dinding- dinding rumah yang tadinya kosong, ditangan para seniman tersebut nampak menjadi menarik dan kekinian.

Dari imajinasi warga mereka mencurahkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Terinspirasi dari terminal kota Salatiga tempo lama.

Esto, mobil tempo dulu.

Rusa nampak sedang santai mengamati lingkungan sekitarnya.

Warga mengkreasikan pagar-pagar menjadi lebih ramai.

Kegiatan warga bergotong royong dalam mempercantik kampung.


Tambahan bunga-bunga di tepi sungai agar terlihat segar.

Saluran yang cantik membuat orang enggan membuang sampah.

Selain bisa melihat karya seni yang mengagumkan wisata ke kampung Pancuran bisa menjadi alternatif wisata dan dijamin semakin bersemangat untuk foto.
(sumber Kabid Perkim Kota Salatiga) [10:53, 1/2/2018] Foto.. Dinas Kominfo Kota Salatiga
















Users Today : 11
Users Yesterday : 42
Total Users : 366430
Views Today : 22
Total views : 1233422
Who's Online : 2
No responses yet