Menteri Johnny Tegaskan Infrastruktur TIK Harus Mendukung Komunikasi Publik

Siaran Pers No.  198/HM/KOMINFO/10/2019
Rabu, 23 Oktober 2019
Tentang
Menteri Johnny Tegaskan Infrastruktur TIK Harus Mendukung Komunikasi Publik

Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2019 – 2024, Johnny Gerard Plate, mengatakan bahwa infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah dibangun Kementerian Kominfo selama lima tahun terakhir akan terus ditingkatkan untuk mendukung fungsi komunikasi kebijakan pemerintah kepada publik.

“Agar rakyat tahu capaian-capaian negara. Jangan sampai ngga tahu dan ngga bisa memanfaatkannya. Kita punya infrastruktur informatika, platform, baik fixed broadband maupun mobile broadband. Rakyat perlu tahu ada di mana itu, sehingga bisa digunakan. Jangan sampai infrastruktur besar yang sudah kita bangun tadi, tidak bisa secara optimal digunakan oleh bangsa Indonesia,” jelas Menteri Johnny dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) dengan Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo, Rabu (23/10/2019).

Lebih lanjut Menteri Johnny menegaskan, komunikasi kebijakan merupakan salah satu fungsi utama dari Kementerian Kominfo yang harus berjalan seimbang. “Sangat dibutuhkan agar rakyat tahu arah kebijakan pemerintah, jadi bisa ambil bagian langsung, bukan sebagai penonton. Jangan sampai rakyat jalan sendiri ke kiri, pemerintah ke kanan. Kita ingin pemerintah dan rakyat ketemu di satu simpul,” lanjut Menteri Johnny.

Dalam hal komunikasi tersebut, Menteri Johnny menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dalam mengkomunikasikan kebijakan negara. “Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan itu memberi efek berkelanjutan, rakyat tindak lanjuti dan ambil bagian di dalamnya. Saya akan minta kita bekerja sama dengan Setneg (Kementerian Sekretariat Negara), KSP (Kantor Staf Presiden), Jubir Presiden, untuk peran-peran aktif dalam komunikasi kebijakan negara,” jelasnya.

Disambut jajaran pejabat Kemkominfo, mitra stakeholder, serta rekan-rekan media, Menteri Johnny turut menyampaikan apresiasinya atas kinerja Kementerian Kominfo di bawah kepemimpinan Rudiantara, sekaligus menegaskan bahwa ia akan melanjutkan kerja yang telah dibangun selama 5 tahun terakhir.

“Terima kasih Kominfo yang telah bekerja luar biasa dalam 5 tahun terakhir. Periode di kabinet ini bukan awal, tapi lanjutan, masa jabatan incumbent, petahana. Jadi saya ngga perlu ditanya program 100 hari, 1000 hari. Yang akan saya lakukan adalah kontinuitas program yang sudah dibangun dalam rangka hal-hal yang harus ditindaklanjuti, tentu yang diminta adalah akselerasinya. Penyesuaian-penyesuaian yang perlu kita koreksi, untuk kepentingan masa kini dan masa depan,” ujar Menteri Johnny.

Di samping itu, Menteri Johnny menjelaskan payung hukum terkait perlindungan data pribadi pun harus segera diselesaikan. “Baik data pribadi maupun gabungan bank data nasional, dengan best practice yang ada atau yang berlaku di negara-negara lain. Di bidang informatika, di bidang digital, borderless itu sudah tidak terhindarkan lagi. Karenanya kita harus menghubungkan diri, menghubungkan bangsa dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kominfo periode 2014 – 2019 Rudiantara berpesan agar Kominfo ke depannya terus melakukan pembangunan infrastruktur di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Saya titip membangun infrastruktur TIK. Palapa Ring selesai tapi belum jadi solusi, harus dibangun aksesnya. Satelit satu akan selesai di tahun 2022, tapi harus ada satelit kedua, ketiga. Kita harus terus membangun infrastruktur-infrastruktur TIK berikutnya,” kata Rudiantara.

Rudiantara juga berpesan bahwa peran pemerintah saat ini sudah berubah bukan hanya sebagai regulator, tapi fasilitator bahkan akselerator. Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa ada fungsi humas pemerintah yang melekat pada Kominfo. “Di sisi lain ada fungsi GPR (Government Public Relations). Bagaimana berkomunikasi kepada publik atas nama pemerintah. Kita punya Jubir Presiden, tapi kita ngga punya Jubir Pemerintah,” katanya.

Dalam prosesi Sertijab ini, Rudiantara menyerahkan buku DAMO (discovery, adventure, momentum, output) Memori Jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika kepada Menteri Johnny. “Biasanya kalau serah terima jabatan itu ada tanda tangan, saya rasa ngga usah lah. Kominfo itu harusnya jadi kementerian yang milenial, jangan kolonial. Saya ngga menjamin, tapi insyaAllah kalau baca buku ini 2-3 jam itu serasa sudah jadi Menteri. Isinya angka-angka, capaian, karena Bapak Presiden selalu menegaskan apa objektifnya, apa outputnya. Kita harus terapkan itu, kalau mau berpikir bukan hanya out of the box tapi no box,” jelas Rudiantara.

Usai prosesi Sertijab, Menteri Johnny menggelar rapat perdana dengan jajaran Eselon I Kementerian Kominfo. Rapat tersebut merupakan momen kali pertama Menteri Johnny berkenalan sekaligus berkoordinasi dengan para pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Kominfo.

sumber : https://kominfo.go.id

Sharing is caring

Presiden Joko Widodo Meresmikan Pengoperasian Palapa Ring Ditandai dengan Konferensi Video dari Istana Negara Jakarta dengan Pemerintah Daerah di Merauke, Sorong, Rote, Sabang, dan Penajam Paser Utara

Siaran Pers No.195/HM/KOMINFO/10/2019
Senin, 14 Oktober 2019
Tentang
Presiden Joko Widodo Meresmikan Pengoperasian Palapa Ring Ditandai dengan Konferensi Video dari Istana Negara Jakarta dengan Pemerintah Daerah di Merauke, Sorong, Rote, Sabang, dan Penajam Paser Utara

Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, pada hari ini meresmikan beroperasinya Palapa Ring  Timur yang telah selesai dibangun bulan Agustus 2019 lalu. Paket Palapa Ring Timur melengkapi jaringan tulang punggung internet nasional Palapa Ring yang telah lebih dulu beroperasi dan dinikmati masyarakat sejak tahun 2018, yaitu paket Palapa Ring Barat dan Tengah.

Menandai utilisasi Palapa Ring, Presiden yang didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Komunikasi dan Informatika, Sekretaris Kabinet melakukan konferensi video dari Istana Negara dengan para pejabat pemerintah daerah di Sorong (Papua Barat), Merauke (Papua), Rote (Nusa Tenggara Timur), Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam), dan Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur). Turut hadir bersama Presiden, Ketua DPR, Ketua DPD, Menteri-menteri Kementerian/Lembaga, Panglima TNI, Kapolri, Penyedia Jasa Telekomunikasi, Asosiasi, Start up, Unicorns, serta tokoh-tokoh telekomunikasi di Indonesia dan startup dan entrepreneur muda dari Papua Muda Inspiratif  yang bergerak dalam berbagai bidang seperti edukasi (pemberantasan buta huruf, pelatihan bahasa, antihoax, dan diplomasi), bidang energi, penerbangan, kuliner, dan seni.

Presiden Joko Widodo menyampaikan arti penting konektivitas digital ini yang dapat membantu pemerintah untuk menjajaki kebijakan dan mengukur resikonya. Konektivitas ini harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan bangsa, penguatan persatuan, perbaikan pendidikan, dan peningkatan perdagangan antara lain untum menghubungkan produk-produk umkm ke pasar nasional dan global.

Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone internet cepat nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU. PT Telkom telah mengintegrasikan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non-KPBU. Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta. Bekerja sama dengan PT Palapa Ring Barat, PT LEN Telekomunikasi Indonesia, PT Palapa Timur Telematika, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo telah menuntaskan pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional di seluruh ibukota kabupaten/kota di Indonesia pada bulan Agustus 2019.

Palapa Ring merupakan tulang punggung (backbone), sehingga untuk dapat dinikmati masyarakat, diperlukan jaringan akses. Peran aktif dari penyedia jasa telekomunikasi sangat diperlukan untuk memanfaatkan backbone tersebut dan membangun akses dari Palapa Ring.

Nama Palapa dalam Palapa Ring diambil dari Sumpah Palapa yang dikumandangkan oleh Patih Gajah Mada yang bertekad menyatukan Nusantara. Dengan tekad yang sama, pembangunan konektivitas digital dituntaskan dari Sabang sampai Merauke, dan Pulau Miangas sampai Pulau Rote. 

Menteri Komunikasi dan Informatika menyampaikan bahwa Palapa Ring sudah direncanakan sejak 2015, namun belum dapat diselesaikan saat itu. Baru di tahun 2016 akhirnya proyek ini dimulai berkat inisiasi KPBU dari Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Pemerintah membuat terobosan melalui penetapan Peraturan Presiden tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Perpres 38/2015) yang memberikan alternatif pembiayaan proyek pembangunan melalui skema KPBU yang memungkinkan dimulainya pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring pada tahun 2016.

Palapa Ring merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Peran aktif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mengkoordinasikan komitmen pemangku kepentingan pada proyek-proyek strategis nasional, termasuk Palapa Ring, sangat membantu penyelesaian Palapa Ring sehingga proyek ini menjadi proyek perencanaan KPBU tercepat pada tahun 2016.

Dalam rangka mewujudkan proyeksi sebagai lima besar ekonomi dunia serta merujuk kepada indeks global Indonesia, konektivitas telekomunikasi menjadi prasyarat untuk mencapai visi tersebut. Posisi Global Competitiveness Index yang diumumkan World Economic Forum (WEF) tahun 2019, menempatkan Indonesia di peringkat 50. Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara seperti Singapura (1), Malaysia (27), Thailand (40), Indonesia masih tertinggal, walaupun posisi Indonesia lebih baik daripada Brunei Darussalam (56), Filipina (64), Vietnam (67), dan Kamboja (106). Bila dicermati lebih jauh., dalam hal adopsi teknologi, wilayah Indonesia yang memiliki lebih dari 17.500 pulau merupakan tantangan tersendiri dalam menyelenggarakan konektivitas tersebut.  Merujuk kepada data-data itu, masih terus diperlukan kerja keras dan upaya pemerintah serta seluruh entitas bisnis dan masyarakat untuk mengejar ketertinggalan tersebut, antara lain melalui proyek-proyek strategis nasional dalam rangka konektivitas Indonesia.

Palapa Ring secara bertahap akan memeratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia dengan disparitas harga yang semakin kecil antara wilayah di Jawa dengan wilayah di luar pulau Jawa.

Kajian dari IIGF Institute (2019) mengindikasikan bahwa ketersediaan akses pitalebar (broadband) atas hadirnya Palapa Ring akan memberikan dampak terhadap perekonomian dalam berbagai bentuk, antara lain penngkatan PDRB di wilayah layanan antara 4,5% sampai dengan 6,4% dalam waktu 10 tahun.  Selain itu, dengan ketersediaan pitalebar sebanyak 2,5 juta pengguna pada tahun 2028, Palapa Ring diperkirakan akan menciptakan 200 ribu pekerjaan dalam waktu 10 tahun, Palapa Ring juga mempengaruhi percepatan ekspansi jangkauan pasar di sektor ritel dan pelayanan serta efisiensi sektor manufaktur dan industri. 

Konektivitas telekomunikasi nasional merupakan prasyarat untuk mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan pertumbuhan, termasuk perbaikan iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Tidak hanya itu, internet cepat akan mengakselerasi digitalisasi di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial, termasuk jaminan sosial. Palapa Ring digelar untuk memastikan ketersediaan internet cepat untuk peningkatan kompetensi SDM dan menghubungkan masyarakat Indonesia secara adil dan merata (Indonesia-sentris) kepada kesempatan-kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Tentang BAKTI Kominfo

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI) merupakan Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertanggungjawab melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika. BAKTI berupaya merealisasi Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh program BAKTI dimaksudkan untuk menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

sumber : https://kominfo.go.id

Sharing is caring

Pemerintah Secara Bertahap Buka Blokir Layanan Data di Papua dan Papua Barat

Siaran Pers No. 170/HM/KOMINFO/09/2019

Rabu, 4 September 2019

Tentang

Pemerintah Secara Bertahap Buka Blokir Layanan Data di Papua dan Papua Barat

1. Setelah berkoordinasi dengan instansi penegak hukum dan aparat keamanan dan mempertimbangkan sudah mulai pulihnya kondisi beberapa kabupaten di wilayah Provinsi Papua, mulai Rabu (4/9) Pukul 23.00 WIT, Pemerintah secara bertahap mulai membuka blokir atas layanan data internet di wilayah Papua dan Papua Barat.

2. Pembukaan blokir atas layanan data internet dilakukan di 19 Kabupaten di Provinsi Papua, yakni: Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi. Untuk 10 kabupaten di Provinsi Papua yakni Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo dan Nabire, akan terus dipantau situasinya dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan. 

3. Pembukaan blokir atas layanan data internet juga dilakukan di 10 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Barat yakni: Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak. Untuk Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kota Manokwari akan terus dipantau situasinya dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan.

4. Pembukaan kembali blokir atas layanan data di sejumlah besar wilayah Papua dan Papua Barat dilakukan setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum/keamanan setelah mempertimbangkan situasi keamanan di wilayah-wilayah tersebut sudah pulih atau normal serta mempertimbangkan sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua sudah mulai menurun.

5. Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung. (https://sumber : kominfo.go.id)

Sharing is caring

Dukung IDBYTE e-Sports 2019, Menkominfo Tekankan 3 Kunci Pengembangan

Siaran Pers No. 161/HM/KOMINFO/08/2019

Selasa, 27 Agustus 2019

Tentang

Dukung IDBYTE e-Sports 2019, Menkominfo Tekankan 3 Kunci Pengembangan

Menteri Komunikasi dan Informatika menyatakan dukungan atas penyelenggaraan IDBYTE e-Sports 2019 untuk mengembangkan ekosistem gim e-Sports di Indonesia. Bahkan, Menteri Rudiantara menekankan tiga aspek kunci dalam pengembangan e-Sports yang harus menjadi perhatian pemangku kepentingan.

“Kementerian Kominfo mendukung penyelenggaraan IDBYTE e-Sports 2019. Memang video online, games e-Sports ini sedang digandrungi oleh banyak anak muda di Indonesia. Perkembangan ini dilihat oleh pemerintah sebagai suatu potensi yang harus di-manage,” ujar Rudiantara dalam Konferensi Pers IDBYTE 2019 di Opsroom, Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (27/08/2019). 

Menurut, Menteri Kominfo ada tiga aspek pengembangan e-Sports di Indonesia, yaitu prestasi, profesi, dan industri aplikasi gim. “e-Sports merupakan konvergensi yang pas antara dunia olahraga dan digitalisasi oleh sebab itu kehadirannya harus didukung sedini mungkin agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang kemuka dalam sektor ini,” ungkap Rudiantara.

Mengenai prestasi, Menteri Rudiantara menjelaskan dalam SEA Games pada tahun ini dan  Asian Games 2022, e-Sports akan dipertandingkan. “Saya yakin nantinya jika pada waktunya juga akan dipertandingkan di Oliampiade. Kita berharap tentunya mendapatkan prestasi dari atlet-atlet Indonesia yang ikut bertanding. Jangan under estimate atlet dari e-Sports ini. e-sport ini, jika diibaratkan dengan olahraga, tidak ubahnya seperti bermain catur,” ungkapnya.

Menteri Kominfo menjelaskan e-Sports membutuhkan  ketangkasan otak, stamina fisik yang prima, dan sebagainya. “Karena kemarin saya berbincang dengan tim yang memenangkan kejuaraan di Surabaya. Latihannya itu, kalau siang mereka dari jam 10 pagi sampai dengan jam 3 sore, kemudian istirahat sebentar malam lanjut lagi, latihan fisik pun harus benar-benar ditempa terutama gizi harus diperhatikan jangan sampai ketinggalan. Itu dari sisi prestasi,” paparnya.

Dalam aspek kedua, untuk aspek profesi, Menteri Rudiantara menjelaskan e-Sports menjadi profesi yang menjanjikan.  “Ya, karena income dari ‘JUSTIN’ Jess No Limit, itu sudah pasti lebih besar dari income Menteri, itu pastilah. Jadi mendorong orang juga berpikiran tidak hanya menjadi pegawai suatu perusahaan, tetapi menjadi profesi karena hobinya bisa disalurkan menjadi sebuah kebanggaan karena prestasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Menteri hal yang perlu disiapkan adalah membentuk klub atau komunitas di berbagai wilayah. Hal itu pun akan difasilitasi oleh Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI). “Untuk apa? Untuk kita saling coaching. Coaching itu diambil bagus-bagusnya kemudian dikontrak. Sama seperti sepak bola di Indonesia, tapi mungkin harus ada jeda waktu untuk transfer pemain. Di e-Sports, saya katakan (transfer pemain) itu tidak boleh selama di-coaching. Jadi ini harus ditingkatkan (kemampuannya),” tuturnya.

Aspek ketiga berkaitan denga industri gim, Menteri Kominfo menekankan industri aplikasi, animasi dan developr game perlu dikembangkan di Indonesia. “Ada game yang di-develop oleh Indonesia Boarder Programmer dan sebagainya. Kita tahu, yang namanya Game Loft itu di-develop oleh teman-teman kita dari Jogja. Juga, animasi yang di Nongsa Digital Park, Batam. Jadi anak-anak muda sekarang diberi kesempatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kominfo menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk melakukan fasilitasi dan akselerasi. “Kementerian Kominfo selalu siap mendukung industri ini dengan cara menyediakan infrastruktur dan ekosistem yang kiranya dapat menunjang perkembangannya,” tegasnya.

Meski demikian, Menteri Rudiantara mengakui perlunya mitigasi potensi risiko. “Jadi, pemerintah memfasilitasi, mengakselerasi, tetapi pada saat bersamaan juga kita harus sama-sama mencoba memitigasi potensi resikonya. Ada yang drop-out sekolahnya gara-gara kebanyakan bermain game, ada, itu tidak bisa disangkal. Tapi terus jangan cuma karena itu dia ditutup, gimana kita juga mencegah agar game ini tidak menjadi akses negatif terutama terhadap anak-anak, bagaimana melibatkan sekolah mana melibatkan orang tua,” ungkapnya. 

Dalam Konferensi Pers itu, Menteri Kominfo Rudiantara didampingi oleh Deputi Industri Bekraf Hari Sungkari dan Chairwoman IDBYTE e-Sports 2019 Shinta Dhanuwardoyo. 

Kembangkan Peluang Ekspor

Chairwoman IDBYTE e-Sports 2019, Shinta Dhanuwardoyo menyebugt penyeleggaraan IDBYTE e-Sports 2019, kami ingin memperkuat ekosistem industri ekspor Indonesia. “Dengan mengedukasi masyarakat terutama para pemangku kepentingan di dalam ekosistem industri ini terkait perkembangan dan potensi industri ini, sehingga dapat memicu antusias mereka untuk mendukung perkembangan industri ini,” ungkapnya.

Deputi Industri Bekraf Hari Sungkari menyatakan saat ini gim bukan hanya sekadar hiburan, melainkan dapat menjadi alat edukasi, periklanan bahkan bisa memberikan kontribusi dalam perekonomian nasional. 

“Industri game saat ini telah menjadi salah satu profesi baru seperti players, managers, casters, publishers serta creators yang mempunyai jenjang karir yang jelas. Dan bagi para players, game juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif, teamwork, serta berpikir kritis,” ungkapnya.

Menurut Deputi Hari Sungkari, konferensi ini akan membahas secara mendalam mengenai industri e-Sports bersama dengan para pembicara yang terlibat di dalam ekor sistem industri e-Sports seperti pemerintah sebagai regulator. 

“Rencananya yang akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, Menteri Kominfo Rudiantara, Menpora Imam Nahrawi dan juga Kepala Bekraf Triawan Munaf. Selain itu perwakilan yang berasal dari perusahaan internasional yang telah berkecimpung dalam industri e-Sports global seperti Twitch, Razer, AirAsia, Blizzard, ESL, dan Tencent pun akan turut hadir pada konferensi ini untuk memberikan kiat-kiat dalam membangun industri e-Sports,” tuturnya.

IDBYTE 2018 mengusung tema “Gaming for Change”. Perhelatan yang didukung oleh Badan Ekonom Kreatif itu dikemas dalam rangkaian acara konferensi, turnamen PUBG Mobile oleh Tencent dan Talent Hunt itu akan diselenggarakan pada tanggal 13 s.d. 14 September 2019 di Indonesia Convention and Exhibition BSD, Tangerang, Banten. (sumber : kominfo.go.id)

Sharing is caring

Gugah Patriotisme Milenial Kembangkan Solusi dan Inovasi untuk Bangsa

Siaran Pers No. 152/HM/KOMINFO/08/2019

Minggu, 18 Agustus 2019

Tentang

Gugah Patriotisme Milenial Kembangkan Solusi dan Inovasi untuk Bangsa

Sejak tahun 2015, Pemerintah memfasilitasi warga negara untuk mengembangkan perusahaan rintiisan atau startup digital. Melalui Gerakan 1000 Startup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mewujudkan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.

Kini dalam momentum Peringatan Ulangtahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Gerakan 1000 Startup Digital dikemas dengan konsep baru. Melalui, gerakan masif Ignite The Nations, Pemerintah memfasilitasi pertemuan ribuan pelaku startup digital untuk mendorong tumbuhnya industri startup yang kini tengah booming di kalangan anak muda milenial.

Bertema “Sumber Daya Digital Millenial Unggul, 1.000 Mimpi, 1.000Karya, 1.000 Solusi – untuk Indonesia Raya” ditargetkan untuk memantik patriotisme generasi milenial yang telah akrab dengan dunia digital agar membangkitkan mimpi besar yang dapat memberikan solusi dan inovasi bagi bangsa.

“Sesuai dengan namanya, ignite berarti memantik atau menyalakan. Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita ingin memantik kembali semangat para generasi muda agar bisa merubah bangsa,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di hadapan ribuan peserta Ignite The Nations, di Gedung Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/08/2019).

Menurut Wapres, generasi muda saat ini jauh lebih beruntung karena kehadiran teknologi yang bisa mempermudah semua hal. Meskipun demikian, Wapres mendorong generasi muda dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. “Namun, dengan syarat (menguasai) ilmu pengetahuan. Kalau tidak sekarang memulai, kapan lagi?” ujarnya retoris.

Wapres Jusuf Kalla membuat analogi dalam membangun usaha startup digital seperti berenang. “Sebanyak apapun kita membaca buku dan teori tentang berenang, kita akan tenggelam juga ketika menceburkan diri. Sama seperti membuat startup, tidak perlu banyak membaca teori, tapi harus berani mencoba perlahan demi perlahan,” jelasnya.

Bahkan, Jusuf Kalla optimistis keberadaan stratup digital akan dapat mengguncang dunia. Ia pun menirukan ujaran Bung Karno yang terkenal mengenai pemuda. “Bung karno mengatakan berikan saya 10 pemuda, maka akan ku goncang dunia. Jika saat ini, berikan 1000 startup digital akan kita guncang dunia,” tandasnya.

Wapres menegaskan inovasi dan pengetahuan bisa mengubah bangsa. Apalagi di tengah kompetisi global saat ini. “Jika kita tidak memulai berusaha berubah, maka kita akan menjadi konsumen negara Jepang dan Cina. Kita juga harus semangat. Banyak negara kaya akan sumber daya, tapi kalah dengan negara lebih kecil karena tidak punya semangat,” tegasnya.

Berani Buat Perubahan

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, sebelumnya menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk mendorong industri startup digital. “Tidak hanya memfasilitasi, kami ingin akselerasi adanya unicorn melalui ekosistem. Semua startup yang sudah unicorn ikut. Bagaimana kita membuat unicron berikutnya. perusahaan-perusahaan rintisan memang telah terdapat di Indonesia, terutama yang memanfaatkan teknologi digital,” ungkapnya.

Menteri Kominfo menyebutkan upaya fasilitasi untuk mempercepat pertumbuhan startup sudah dilakukan sejak tahun 2016. Menurutnya Indonesia saat ini memiliki tiga unicorn dan satu decacorn yang berbasis digital. “Kita ingin mendapatkan lebih banyak unicorn di masa mendatang. Startup Digital ini sudah dimulai pada 2016 dan yang menggerakkan adalah komunitas digital Indonesia,” tegasnya.

Bahkan melalui Gerakan 1000 Stratup Digital, Pemerintah telah mendorong sebanyak 200 perusahaan rintisan telah melalui fase ignition, inkubasi hingga mendapat suntikan modal. Sedangkan sisanya, sebanyak 800 perusahaan masih berada dalam masa inkubasi. “Kominfo tidak sendirian, ada Badan Ekonomi Kreatif, BKPM, Telkom dan perusahaan swasta lain. Kami harap yang akan datang, lebih banyak lagi startup dan success rate-nya naik,” tuturnya.

Lewat berbagai gerakan ini pemerintah juga ingin mendorong startup untuk bisa meningkatkan keberhasilan perusahaan menjadi unicorn, perusahaan start up yang telah memiliki valuasi nilai usaha sebesar USD 1 juta.

“Saya berharap Program Ignite The Nation Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dapat menciptakan unicorn baru di Indonesia dan para pelaku startup dapat melalui tahapan-tahapan yang baik hingga akhirnya mampu mendapatkan modal dan terus berkembang sebagaimana unicorn yang kini dimiliki Indonesia,” harap Rudiantara.

Menteri Kominfo mendorong generasi milenial harus berani menjadi game changers atau agen perubahan.“Semua yang hadir di sini harus berani menjadi game changers, sebagai game changers kita harus berani gagal. Kita contoh para pendahulu seperti founder unicorn, seperti Erick Thohir dan Wishnutama. Mereka semua pernah gagal,” ujarnya menyemangati peserta Ignite The Nations.

Menteri Rudiantara berkisah tentang upaya Thomas Alva Edison yang pernah 999 gagal. “Di percobaan ke-1000 baru berhasil membuat lampu. Coba bayangkan jika Thomas Alva Edison menyerah. Kita tidak akan menikmati lampu seperti saat ini,” katanya.

Guna mengembangkan ekosistem startup digital, Menteri Kominfo menjamin pemerintah tidak akan menerapkan regulasi yang ketat agar success rate startup meningkat dan mendorong startup berkembang.

“Pemerintah akan fokus untuk mendorong ekosistem, menerapkan regulasi untuk perlindungan bagi konsumen. Kita juga akan adakan mentor-mentor agar memberi arahan yang jelas bagi anak muda yang mau buat startup. Saya harap success rate-nya naik, unicorn dan decacorn juga bertambah,” ungkapnya.

Pertemuan milenial digital Ignite The Nations sendiri merupakan suatu gerakan besar untuk mengobarkan rasa patriotik digital milenial Indonesia. Membangkitkan mimpi besar mereka sebagai solusi dan inovasi bagi bangsa Indonesia. Acara tersebut dihadiri lebih dari 8.000 orang peserta dan 1.411 orang relawan.

Selain itu hadir sebagai mentor sektyor strategis antara ;lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Ada juga sesi game changer ajang berbagi sukses dari para pendiri startup unicorn, antara lain CEO Bukapalak Achmad Zaky, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, CEO Traveloka Fery Unardi, Erick Thohir, dan Whisnutama.

Tampak hadir dari Kementerian Kominfo, Dirjen Aplikasi Informatika Semual A. Pangerapan, Sekretaris Jenderal Rosarita Niken Widiastuti, Inspektur Jenderal Doddy Setiadji, Staf Khusus Bidang PMO dan Ekonomi Digial, Lis Sutjiati, Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital Deddy Permadi, dan pejabat di lingkungan Kementerian Kominfo. (sumber : https://kominfo.go.id)

Sharing is caring