Pemkot Salatiga terus memaksimalkan upaya-upaya dalam mengentaskan permasalahan kemiskinan dan stunting. Melalui Program Super Tangguh atau Satu Perangkat Daerah Bertanggung Jawab penuh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar kegiatan dengan melibatkan berbagai stake holder di Pendopo Kelurahan Kalibening, Senin (10/4). Beragam bantuan dikucurkan untuk warga di Kelurahan Kalibening, yakni Penyerahan bantuan UMKM oleh Baznas dan Pemasangan Jaringan Air Bersih oleh PDAM. Turut hadir Sekda, Kepala DPMPTSP, Direktur PDAM, Camat Tingkir, Segenap lurah, Kepala SMKN 3, Petani dan pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Tingkir. Bahkan pada kegiatan tersebut, dihadirkan pula dari satuan pendidikan khususnya SMK N 3 Salatiga, untuk menjalin kolaborasi dalam program super tangguh. Melalui paparan dari Kepala Sekolah SMKN 3, Dyah Sulistyorini, S.Pd, disampaikan harapannya untuk turut membantu Pemkot Salatiga dalam menciptakan desa yang unggul khususnya di bidang pertanian dengan cara yang modern atau kekinian. Lurah Kalibening, Boang Setiyo Utomo, S.E menyampaikan pada awal tahun 2023 telah dilaksanakan dua kegiatan dalam rangkaian Super Tangguh DPMPTSP. “Terkait apa yang telah kita lakukan di awal tahun, ada beberapa momen yang kita laksanakan dalam rangkaian Super Tangguh DPMPTSP. Pertama kita lakukan pembinaan UMKM. Kedua adalah upaya link and match dari UMKM ke outlet-outlet yang lebih besar. Selanjutnya pagi ini kita laksanakan pemberian penguatan permodalan bagi UMKM serta ada upaya untuk peningkatan kesehatan utamanya terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih”. Kepala DPMPTSP, Drs Muthoin M.Si menyampaikan bahwa Kalibening masih perlu diperhatikan untuk lapangan pekerjaan. “Kelurahan Kalibening dalam hal ini perlu diperhatikan ataupun diperluas untuk lapangan pekerjaan. Makanya kami selaku pengampu sengaja mendatangkan SMKN 3 dan CV. Tirta Fertindo yang bergerak khususnya di bidang hidroponik dan sistem pertanian modern. Kalau kita perhatikan, masyarakat di Kalibening ini mayoritas pekerjaannya adalah petani konvensional. Sehingga dengan menghadirkan beliau dapat memberikan warna baru untuk bisa mensingkronkan dengan sistem pertanian modern tanpa meninggalkan pekerjaan sebagai petani”. Selaras dengan hal tersebut, Sekda Kota Salatiga, Ir. Wuri Pujiastuti, M.M yang mewakili Pj. Wali Kota menyampaikan motivasinya kepada tamu yang hadir. “Petani itu memang harus ditekuni dengan konsisten, karena kalau tiba masa panen itu hasilnya tidak main-main. Saya nanti kurang lebih 2,5 tahun lagi purna dan masuk masa pensiun, dan saya ini pokoke pie carane ya pengen terjun jadi petani milenial. Bukan mau pamer, saat ini saya memiliki sekitar 90 pohon klengkeng dan sebentar lagi juga panen perdana. Sebelumnya pernah nanem melon, tapi kurang beruntung, maka kalau manjadi petani memang kita harus tenanani istilah jawanya”.
No responses yet