








Sikap peduli, berbagi dan empati menjadi hal prioritas untuk memberikan keberpihakan kepada masyarakat. Upaya Pemkot Salatiga melalui program “Tilik Kampung”, menjadi salah satu alternatif untuk menilik lebih dalam permasalahan yang ada di masyarakat. Kelurahan Bugel kali ini menjadi sasaran orang nomor satu di Salatiga untuk disambanginya, Sabtu (25/2). Turut mendampingi Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat Sidorejo, Segenap lurah, aparat kepolisian, TNI dan beberapa unsur lainnya.
Bermula di Masjid Jami’ Al- Huda Candiwesi, rombongan mengitari jalan di wilayah Kelurahan Bugel. Pj. Wali Kota bertemu dengan siswa/i di SD N Bugel 01 dan sempat memberikan tantangan kepada salah satu siswa (Rahmat) untuk mengucapkan Pancasila. Dengan sigap, Rahmat menuntaskan Pancasila dengan lengkap. Bentuk apresiasinya, 1 unit sepeda akan diterimakan kepada siswa yang bercita-cita menjadi seorang polisi tersebut.
Tidak berhenti di halaman sekolah, Pj. Wali Kota menyempatkan untuk mengunjungi ruang kelas dan ruang guru di SD N Bugel 01. Ternyata menemui hal yang kurang menyenangkan, bangunan yang menjadi tempat belajar mengajar tersebut perlu dilakukan perbaikan guna memberikan kenyamanan. “Saya berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR, tolong dilakukan langkah-langkah kontinjensi. Minimal, ruang kelas dan ruang kerja bapak ibu guru aman dulu. Jangan sampai menunggu plafon atau atap kelas runtuh baru diperbaiki. Maka kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif untuk itu”. Ucap Drs. Sinoeng N. Rachmadi, M.M.
Kemudian perjalanan dilanjutkan sambil menyapa warga yang sedang beraktifitas di halaman rumah atau yang sedang melakukan perjalanan. Belum lama ini, Pj. Wali Kota mendapatkan laporan bahwa beberapa bantuan hewan ternak untuk kelompok tani mengalami kematian, maka perlu upaya untuk dibantu. “Ini adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan bersama Pak lurah, carik dan juga Pak RW di Kelurahan Bugel terdapat beberapa hewan ternak yang mati, kebetulan kali ini bertemu dengan kelompok taninya. Kambing yang kemarin mati, sementara ini kan ditalangi iuran dari anggota kelompok, nah itu yang saya kurang setuju. Dalam hal ini pemerintah kota harus mengambil alih melalui kemitraan dan berbagai stake holder untuk mendorong dana CSR. Sehingga Corporate Social Responsibility ini bisa kita dayagunakan dengan komunikasi bersama mitra strategis untuk kebermanfaatan yang optimal bagi masyarakat”.
Selain itu, diserahkan pula paket sembako bagi beberapa warga kurang mampu dan mengalami sakit yang berada di Kelurahan Bugel. Paket sembako tersebut bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Salatiga untuk mengupayakan pengentasan kemiskinan di daerah. Belum lama ini juga terdapat setidaknya 5 Keluarga yang terdampak longsor di Kelurahan Bugel, Pemkot Salatiga sebisa mungkin turut serta membantu. “Masih sedikit yang bisa kami selesaikan, tetapi paling tidak konsep negara hadir, konsep pemerintah daerah hadir, Pemkot Salatiga dapat memberikan sumbangsih pada warga. Mugi-mugi tansah migunani, Maturnuwun”, tandas Sinoeng.
















Users Today : 19
Users Yesterday : 45
Total Users : 366565
Views Today : 41
Total views : 1233720
Who's Online : 1
No responses yet