







Bertempat di Ruang Kalitaman, Gedung Setda Salatiga, Selasa (24/1/23) Diskominfo Salatiga mengundang beberapa OPD untuk mensinergi dan mengkolaborasikan Program Super Tangguh. Program Satu Perangkat Daerah Bertanggung Jawab Penuh ini merupakan upaya Pemkot Salatiga untuk menangani permasalahan kemiskinan dan stunting di daerah. Pada kesempatan tersebut menghasilkan beberapa terobosan untuk menangani dua permasalahan tersebut, diantaranya adalah pengelolaan informasi & komunikasi, kegiatan kelas ibu hamil & ibu balita, Posbindu, paket untuk lansia, disabilitas, beasiswa tidak mampu dan masih banyak lagi.
Kelanjutan rakor tersebut, Diskominfo melakukan tinjauan ke Kelurahan Bugel selaku kelurahan dampingan, untuk melakukan koordinasi dan mendengarkan secara langsung permasalahan di daerah. Pertemuan tersebut menghadirkan Kelsi, LPMK, Kader PSM dan lembaga masyarakat lainnya di Aula Kelurahan Bugel, Selasa (7/2/23).
Lurah Bugel, Roji, SE menyampaikan terimakasih kepada tamu undangan yang hadir dan berharap bisa menuntaskan permasalahan kemiskinan dan stunting di Kelurahan Bugel. “Kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Kelsi, LPMK, dan para kader sudah meluangkan waktu dalam koordinasi terkait penanganan kemiskinan dan stunting di Kelurahan Bugel. Kali ini kami bersama-sama akan mendengarkan penjelasan dari Kepala Dinas Kominfo terkait langkah-langkah dari Pemkot Salatiga dalam menangani hal tersebut. Saya dan konco-konco mendukung penuh dan akan bekerja semampu kita. Kita akan optimalkan waktu dan tenaga untuk menjalankan amanah dari Pemkot Salatiga”. Pihaknya juga berharap seluruh warga tidak ada yang miskin dan stunting, sehingga seluruhnya tercukupi baik ekonomi dan kebutuhan pangannya.
Ketua LPMK setempat, Nasirudin, menyampaikan berbagai permasalahan di wilayah Bugel khususnya sosial kemasyarakatan. “Pemerintah sudah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat, utamanya di Kelurahan Bugel ini. Kami juga berharap hal tersebut nanti juga bisa sesuai pada sasaran yang dituju, karena terkadang ada warga yang masuk kategori mampu, tapi malah menganggap dirinya miskin. Kalo kita cermati di Bugel ini juga banyak permasalahan terkait sosial kemasyarakatan yaitu dalam hal kesehatan, kemiskinan dan lainnya. Dari dasar itu, tentu kita bersama-sama untuk mengurai permasalahan yang ada di Kelurahan Bugel ini. Tetapi apapun yang menjadi target dalam program ini, harapannya bisa mengurangi kemiskinan yang ada di sini”.
Disampaikan pula beberapa daerah yang menggeliat ekonominya, diantaranya adalah di wilayah RW 6 dengan sentra usaha roti dan RW 4 sentra usaha tempe dan wilayah RW lainnya. Tetapi daerah-daerah tersebut masih perlu mendapat perhatian lebih untuk memaksimalkan produksi, mengingat dampak pandemi covid-19 masih dirasakan sebagaian warga, tambah Nasirudin.
Kepala Diskominfo, Drs. Budi Prasetiyono, M.Si, dalam paparannya menyampaikan Kelurahan Bugel masuk dalam Dimensi Kemiskinan kesehatan dan Infrastruktur Dasar (Sumber Air Minum layak) dalam kajian UGM yang bekerja sama dengan Pemkot Salatiga. “Berdasarkan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh UGM yang bekerja sama dengan Pemkot Salatiga melalui Bappeda, Kelurahan Bugel masuk dalam dimensi kemiskinan kesehatan dan Infrastruktur Dasar utamanya dalam kategori sumber air minum layak. Dua kategori tersebut yang harus diintervensi dan harus dilakukan percepatan penanganan dalam kerangka untuk pengentasan kemiskinan”. Pihaknya menambahkan, Diskominfo akan bekerja sama dengan OPD terkait baik DKK, PU, Disdik, Dinsos, Dispangtan, DLH, Baznas Kecamatan dan lain sebagainya.
Hal tersebut tidak bisa berjalan tanpa bantuan seluruh pihak, maka perlu dilakukan sinergitas dan bergotong royong baik dari tingkat warga hingga kota. Sehingga target yang telah ditentukan bisa tercapai sesuai perencanaan.















Users Today : 20
Users Yesterday : 40
Total Users : 365056
Views Today : 91
Total views : 1229854
Who's Online : 2
No responses yet